Monday, June 10, 2013

Weekend 9 juni 3pm aku barengan pacar punya planing buat nonton" PENTAS TRADISI PURO PAKUALAMAN EDISI KE-10". Sebelumnya aku tau acara ini dari salah satu teman yang mengundang acara lewat facebook. Kebetulan aku juga penasaran dan sedikit bertanya-tanya ada acara apa aja sih di puro pakualaman ini. Kemudian aku ngajak pacar buat kesana. Dengan antusias dan semangat yang menggebu-gebu aku dan pacar bergegas ke tkp. Diperjalanan sedikit gelisah bercampur deg-degan, WHY?? karna pacarku kemana-mana suka nyasar alias suka gatau jalan. Salutnya ni pacar sebelum kemana-mana kalo dia gatau tu lokasi acara dimana, dia manfaatin internet dengan mencari letak lokasi pake google maps sebelum berangkat. Google maps adalah peta online yang dapat diakses dengan mudah melalui servis gratis dari google. Singkat cerita kami selamat sampe tujuan dan ga ada yang namanya nyasar-nyasaran.

Nah ini bukti otentik apa aja pentas tradisi yang ada di puro pakualaman Jogjakarta.

Kesenian Oglek Kuda Kencana
Dari Dusun Klajuran, Tanjungharjo,Kec Naggulan, Kulon Progo.


































Menurutku, penari cilik yang paling depan ini lah yang paling lincah dari penari lain nya.































Giliran anak-anak cowo beraksi. Ga lupa dengan kuda lumping dan senjata buat mereka perang(cerita tariannya si begitu)





Sekarang giliran bapa-bapa yang menari.












Jadi Oglek adalah salah satu kesenian tradisional rakyat indonesia yang dibawakan perkelompok. Terdapat cerita dibalik Tarian Oglek yaitu kisah dari Babad Panji Asmoro Bangun dengan para prajurit berperang memperebutkan tahta kekuasaan antara Aryo Penangsang dengan Raden Sutawijaya. Kemudian Raden Sutawijaya lah yang memenangkan peperangan tersebut. Tarian ini memiliki ciri khas dengan gerakan tari pacak jonggo. Para penari memakai ikat kepala, jarik yang dinamakan jarik sapit urang, celana panji beserta menaiki kuda kepang sekaligus bersenjatakan pedang bambu. Musik yang digunakan pada Tarian Oglek ini adalah alat-alat musik tradisional berupa bende, kendang, gong, dan ketipung.




PENTAS TRADISI PURO PAKUALAMAN EDISI KE-10

Read More